DIPORATNA MUDA JUARA 1, KARANG TARUNA DESA DLINGO PERINGKAT 2
IKUTI UPACARA, BAWA PULANG GELAR JUARA
Ungkapan rasa syukur dan bahagia tak
hentinya terucap oleh pengurus KT Dipo Ratna Muda. Pasalnya, meskupin
telah mengetahui bahwa KT Dipo Ratna Muda telah lolos mewakili Kabupaten
Bantul, tetap saja rasa bahagia membuncah ketika Dipo Ratna Muda
dinobatkan sebagai juara KT berprestasi tingkat Kabupaten Bantul.
Upacara yang digelar di Lapangan Paseban Bantul ini dihadiri oleh
seluruh jajaran di Kabupaten Bantul, diantaranya adalah SKPD Kabupaten
Bantul, perwakilan SMP, SMA/SMK Kab. Bantul, Linmas, Polisi, TNI Kab.
Bantul. Bapak H. Abdul Halim Muslih selaku inspektur upacara
menyampaikan sambutan dengan tema mengukir makna kebangkitan nasional
dengan mewujudkan Indonesia yang bekerja nyata, mandiri, dan
berkarakter.
Pada kesempatan selanjutnya diumumkan
pula kejuaraan lomba KT berprestasai tingkat kabupaten. Dari pengumuman
tersebut, KT Dipo Ratna Muda terpilih sebagai juara I mengalahkan KT
lain dengann skor 996,50. Selanjutnya, juara II diperoleh KT Desa Dlingo
dengan skor 940,25 dan KT Taruna Bakti Sitimulyo Piyungan dengan skor
915,75 sebagai juara ketiganya. Masduki Rahmad selaku ketua umum KT Dipo
Ratna Muda mengungkapkan bahwa prsetasi ini merupakan montentum awal
bagi pengurus KT Dipo Ratna Muda periode 2016-2018 untuk tetap bekerja,
berkarya, dan mengabdi bersinergi dengan pemerintah guna mengatasi
permasalahan dan ketahanan sosial di bawah panji karang taruna sesuai
dengan tema harkitnas tahun ini. (NH)
Post Views
161
Sumber : http://diporatnamuda.or.id
KARANG TARUNA DESA DLINGO MENGIKUTI PELATIHAN COREL DRAW DI PERPUSDA BANTUL :
Yuk ........DOWNLOAD TUTORIAL COREL DRAW X5
Dalam usaha untuk menambah pengetahun Karang Taruna Desa Dlingo akan mengikuti Pelatihan Corel Draw X5 di Perpusakaan Daerah Kabupaten Bantul pada tanggal 25 Mei 2016 Bagi teman-teman Karang Taruna yang ingin mempelajari Corel Draw untuk mendesain bermacam macam produk bergambar silakan download disini
PERPUSTAKAAN DESA DLINGO BERSINERGI DENGAN KARANG TARUNA DESA DLINGO
Perpusda Bantul Di Taman Gabusan TVRI Yogyakarta
Kamis Wage, 19 Mei 2016 19:03 WIB 95
Suasana Di Studio TVRI Yogyakarta
Kegemaran membaca perlu ditumbuhkan sejak
dini. Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran
dalam menumbuhkan kegemaran membaca. Hal itu sejalan dengan amanat
Undang-undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Sebagai upaya
mewujudkan masyarakat membaca, Kantor Perpustakaan Umum melalui Bagian
Humas Pemerintah Kabupaten Bantul bekerja sama dengan TVRI Stasiun
Yogyakarta mensosialisasikannya dalam Taman Gabusan. Sebuah program yang
ditayangkan secara langsung setiap Selasa pukul 18.00 – 19.00 WIB.Taman Gabusan edisi 17 Mei 2016 mengambil tema “Peningkatan Minat Baca Untuk Wujudkan Bantul Gemar Membaca. Edisi kali ini bertepatan dengan Hari Buku Nasional dan menghadirkan tiga orang narasumber yaitu : Kepala Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul, Priyo Harwijayanto, S.Si. M.Si; Kepala Bidang Pengembangan dan Layanan BPAD DIY, Drs. Bambang Budi Sulistya, M.M,; dan Pengelola Perpustakaan Desa Dlingo, Nurul Mufid.
Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul dalam melayani masyarakat Bantul telah berupaya semaksimal mungkin menyediakan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan. Setiap tahun buku selalu ditambah dengan berbagai ragam dan jenisnya, termasuk koleksi bahasa asing. Hal inilah yang menyebabkan kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul terus meningkat dari waktu ke waktu. Selain itu sarana dan fasilitas senantiasa diperbarui sehingga pengunjung merasa nyaman berada di perpustakaan. Demikian diungkapkan Kepala Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul dalam kesempatan pertama.
Sementara Bambang Budi Sulistya menyampaikan bahwa indeks minat baca di Indonesia menurut data UNESCO hanya 0,001. Itu berarti dari setiap seribu orang Indonesia yang punya minat membaca hanya satu orang, sedangkan indeks minat baca di DIY 0,049. DIY merupakan daerah dengan tingkat minat baca tertinggi se-Indonesia. Peningkatan minat baca harus terus dilakukan, diantaranya dengan melakukan berbagai kegiatan seperti mendongeng (story telling), lomba bercerita, maupun kegiatan lain yang terkait dengan buku dan membaca. Di samping itu sarana, prasarana dan kenyamanan ruang perpustakaan juga perlu ditingkatkan.
Dalam kaitannya dengan perpustakaan desa, Nurul Mufid mengatakan bahwa untuk mengelola perpustakaan desa diperlukan kesungguhan baik dalam hal pembiayaan, SDM maupun kegiatannya. Untuk itu Pemerintah Desa Dlingo telah menganggarkan perpustakaannya setiap tahun. Dana yang dialokasikan berasal dari APBDesa. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan perpustakaan, honor pengelola, dan pembelian buku baru. Layanan internet melalui wi-fi pun bisa diakses masyarakat 24 jam secara gratis. Perpustakaan Desa Dlingo didukung oleh karang taruna sehingga kegiatannya berjalan dengan baik.(Muf)
SUMBER : PERPUSDA BANTUL
Download Naskah Pidato Sambutan Menkominfo pada Upacara Bendera Peringatan Harkitnas 2016
Download Naskah Pidato Sambutan Menkominfo pada upacara Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2016
Banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia dalam rangka memperingati Harkitnas ke-108 Tahun 2016, salah satunya adalah upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2016 di instansi-instansi dinas tertentu misalnya di sekolah-sekolah. Bagi Bapak/Ibu yang pada pelaksanaan upacara bendera Harkitnas 2016 mendapatkan tugas sebagai pembina upacara, Bapak/Ibu bisa membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika yang filenya juga bisa Anda unduh di link download pada halaman ini . Adapun teks pidato sambutan Menteri Kominfo pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2016 adalah seperti di bawah ini.
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera,
Om Swastiastu,
Namo Budhaya,
Saudari-saudara peserta upacara yang saya hormati,
Saudari-saudara sebangsa dan se-Tanah Air di manapun berada,
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan pertolongan-Nya, maka pada pagi hari ini, Jumat, 20 Mei 2016, kita dapat mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108, dalam keadaan sehat wal'afiat. Teriring doa kepada segenap warga bangsa di manapun berada, yang sedang mengikuti upacara ini, semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Salah satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik , memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai.
Perjuangan Boedi Oetomo yang dipimpin oleh Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan Dokter Soetomo tersebut kemudian dilanjutkan oleh kaum muda pada tahun 1928 yang kemudian melahirkan Soempah Pemoeda. Dan melalui perjuangan yang tak kenal lelah akhirnya kita dapat memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Sejak diproklamirkannya kemerdekaan, kita bangsa Indonesia telah berjanji dan berketetapan hati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi dan keadaan apapun.
NKRI adalah negara demokrasi berlandaskan ideologi Pancasila, yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. Wilayah NKRI terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk sebesar 254,9 juta jiwa dengan 1.331 suku bangsa, 746 bahasa daerah, dengan garis pantai sepanjang 99.093 kmpersegi. Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa Indonesia secara konsisten untuk menjaga, melindungi dan memelihara tegaknya NKRI dari gangguan apapun, baik dari dalam maupun dari luar dengan cara menerapkan prinsip dan nilai-nilai nasionalime dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen terhadap NKRI ini penting saya tegaskan kembali pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 ini mengingat setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme, misalnya, mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya.
Selain itu, kita juga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural. Munculnya kekerasan dan pornografi, misalnya, terutama yang terjadi pada generasi yang masih sangat belia, adalah satu dari beberapa permasalahan kultural utama bangsa ini yang akhir-akhir ini mengemuka dan memprihatinkan. Lagi-lagi, medium baru teknologi digital berperan penting dalam penyebaran informasi, baik posisif maupun negatif, secara cepat dan massif.
Ketika berbicara tentang lanskap dunia dalam konteks teknologi digital tersebut, kita juga menghadapi problem kaburnya batas-batas fisik antara domestik dan internasional. Potensi pergaulan dan kerja sama saling menguntungkan akibat relasi dengan dunia internasional tumbuh makin intens, tetapi juga sekaligus makin rentan terhadap penyusupan ancaman terhadap keutuhan NKRI dari luar wilayah negeri ini.
Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, ‘
Tantangan-tantangan baru yang muncul di depan kita tersebut memiliki dua dimensi terpenting, yaitu kecepatan dan cakupan. Tentu kita tidak ingin kedodoran dalam menjaga NKRI akibat terlambat mengantisipasi kecepatan dan meluasnya anasir-anasir ancaman karena tak tahu bagaimana mengambil bersikap dalam konteks dunia yang sedang berubah ini.
Oleh sebab itu saya memandang penting tema “Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter“ yang diangkat untuk peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2016 ini. Dengan tema ini kita ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter.
Saya berpendapat bahwa ada penekanan pada dimensi internasional dalam tema tersebut. Kerja nyata kita, kemandirian kita, dan karakter kita semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global. Persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di sekitar lingkungan kita saja, sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita untuk bahu membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan persaingan-persaingan pada aras global, karena lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Sebagai satu kesatuan, mau tak mau kita harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global tersebut.
Pada aspek-aspek kerja nyata, kemandirian, dan karakter kitalah terletak kunci untuk memenangkannya.
Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekadar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif. Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa.
Untuk saudara-saudaraku yang diberi amanat Allah untuk mengemudikan jalannya bahtera pemerintahan, saya mengajak untuk menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien. Mari pangkas segala proses yang pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari bangun proses-proses yang lebih transparan. Mari berikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.
Proklamator dan presiden pertama RI, Ir Soekarno, pernah menekankan tentang pentingnya membangun karakter bangsa. Menurut Beliau “membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya, membangun jiwa bangsa. Tentu saja keahlian adalah perlu, tetapi keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya".
Demikian juga tentang pentingnya kerja nyata kita, Bung Karno berpesan bahwa "Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan semua."
Semoga peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga memperbarui semangat Trisakti: berclaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Jika kita konsisten, saya yakin jalan kemandirian ini lnsya Allah akan membawa bangsa ini mengalami kebangkitan yang selanjutnya, yaitu menjadi bangsa yang lebih jaya dan kompetitif dalam kancah internasional.
Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Semoga dalam memperingati hari Kebangkitan Nasional ke-108 tahun 2016 ini, kinerja kita semakin baik dan semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Teriring salam, doa penuh harapan kiranya kita semua senantiasa diberikan kemampuan untuk mempertahankan NKRI ini sampai kapan pun, demi kejayaan bangsa Indonesia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-108. Indonesia tetap jaya!
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Jakarta, 20 Mei 2016,
MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA,
RUDIANTARA
Demikian tentang Naskah Pidato Sambutan Menteri Kominfo pada Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-108 (Harkitnas 2016). Semoga semangat juang para Pahlawan bisa menumbuhkan dan/atau meningkatkan rasa semangat para generasi muda saat ini.
Memaknai Hari Kebangkitan Nasional
Oleh: Derry Nodyanto
Guru SMA 1 Pemali Kabupaten Bangka
Memperingati 108 tahun kebangkitan Indonesia, selain dihiasi dengan
semangat yang senantiasa harus bergelora dalam jiwa masing-masing
komponen bangsa, idealnya dihiasi pula dengan upaya refleksi atas
capaian-capaian nyata yang telah dilakukan oleh bangsa ini untuk menuju
perubahan progress. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada tahun ini,
yang mengusung tema “ Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan
Mewujudkan Indonesia Yang Bekerja Nyata dan Berkarakter” mengajak kita
semua untuk menyatukan tekad untuk melakukan usaha sadar dalam rangka
meningkatkan daya saing bangsa di era persaingan global terutama
berkaitan dengan upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia guna
mengejar berbagai ketertinggalan kita dengan negara lain.Guru SMA 1 Pemali Kabupaten Bangka
Tema ini juga menurut penulis merupakan bagian dari strategi pembangunan karakter bangsa (nation-character building) untuk mengajak warga negara Indonesia untuk menjaga dan memelihara eksistensi bangsa sebagaimana diungkapkan oleh Soekarno dengan prinsip trisakti, yakni prinsip berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Prinsip Trisakti inilah sesungguhnya pemaknaan luas Hari Kebangkitan Nasional yang harus dijadikan orientasi dan acuan bagi segenap warga negara Indonesia karena upaya mewujudkan generasi yang bekerja nyata dan berkarakter bukan hanya menjadi kebutuhan bangsa Indonesia semata melainkan juga bangsa-bangsa lain yang ada di dunia.
Di Indonesia selama ini, apabila kita menyelisik aspek kehidupan bangsa yang kita miliki baik mencakup aspek alamiah atau yang dikenal dengan trigatra (sumber daya alam, geografi, dan demografi) dan aspek sosial yang dikenal dengan pancagatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan) sebenarnya merupakan kekuatan besar untuk memperkuat cita-cita yang telah digaungkan oleh Presiden Pertama RI pada awal kemerdekaan. Akan tetapi, kenyataannya ialah penanganan dan pemanfaatan baik trigatra maupun pancagatra belum dilaksanakan secara optimal. Kelemahan pada salah satu gatra tentu akan melemahkan gatra yang lain pula. Oleh sebab itu, sangat beralasan apabila ketahanan nasional bangsa atau daya tahan (survive) suatu bangsa kunci utamanya terletak pada kualitas sumber daya manusia. Sederhananya ialah keunggulan sumber daya alam yang melimpah tidak akan mengantarkan kejayaan bangsa dalam skala panjang tanpa disertai dengan sumber daya manusia yang berkualitas, handal, dan tangguh dalam menghadapi era megakompetitif abad 21.
Lebih lanjut Razak (2000:3) mengatakan bahwa manusia unggul abad 21 adalah manusia yang memiliki kemandirian yang mencakup tiga dimensi, yakni : (1) Dimensi transendental, yang diterjemahkan dalam bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, beradab dan berakhlak mulia, (2) Dimensi kemampuan pribadi, atau kemampuan profesional termasuk kemampuan untuk mengembangkan indigeneous knowledge yang ada di lingkungannya dan kemampuan untuk menterjemahkan informasi menjadi knowledge; dan (3) Dimensi kesadaran interkoneksitas, yaitu kesadaran akan perlunya dan kemampuan untuk melakukan kerjasama antar personal, interdisiplin, antar wilayah dalam memanfaatkan kemampuan profesional yang dimiliki dan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Termasuk dalam dimensi ini adalah kemampuan untuk memahami dan meresapi nilai-nilai universal seperti transparansi, hak asasi manusia, demokrasi, dan sebagainya.
Dari asumsi di atas hal yang menjadi poin penting bagi bangsa untuk menyongsong pembangunan manusia abad ke-21 dan seterusnya, ialah Indonesia memerlukan manusia-manusia yang mampu mengaktualisasikan penguatan ketiga pilar yakni pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang terintegrasi dengan baik agar mampu memaksimalkan segala potensi yang ada baik sumber daya alam maupun sumber daya nasional secara efektif dan efisien, sehingga pada akhirnya bermuara kepada tetap terpeliharanya identitas bangsa yang telah terkenal sebelumnya. Semoga. (****).
Langganan:
Postingan (Atom)
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT

